Makalah tentang STANDARISASI kabel COAXIAL,STP, dan UTP.
SMK BHAKTI INSANI
Jl. Batutulis No.5C, Batutulis, Bogor Sel.,
Kota Bogor, Jawa Barat 16133
Materi
tentang STANDARISASI kabel COAXIAL,STP, dan UTP.
KELOMPOK
5
NAMA
ANGGOTA KELOMPOK:
11. WILDAN
ALFIANSYAH
22. RIZKI
MAULUDI
33. M.
ARYA PRATAMA
44.
M. FAIZAL AKBAR
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
warahmatullah wa barakatu….
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat
ALLAH SWT, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, semoga
kita menjadi umatnya yang selalu menjalankan tugas dan amanah kita. Amin.
Untuk memenuhi tugas mata pelajaran tentang
standarisasi kabel COAXIAL,STP DAN UTP
yang diberikan kepada siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer Jaringan ,
maka kami selaku siswa mencoba memenuhi tugas tersebut.
Wassalamualaikum
warahmatullah wa barakatu…
PENDAHULUAN
Latar Belakang Kabel adalah suatu
elemen struktur yang bekerja berdasarkan prinsip gaya tarik. Pada umumnya kabel
untuk struktur tersusun dari baja yang berukuran kecil (strand) yang digabung
menjadi satu (tendon) agar mempunyai kuat tarik yang lebih tinggi. Struktur
dengan elemen kabel ini biasanya banyak digunakan pada struktur jembatan yang
memiliki bentang yang panjang. Memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang ada di zaman sekarang ini, konstruksi jembatan telah mengalami
kemajuan yang pesat untuk meningkatkan efisiensi dan fungsinya. Berbagai desain
jembatan berbentang panjang yang telah banyak di kembangkan di masing – masing
wilayah di dunia. Desain dari jembatan yang menghubungkan suatu tempat berbeda
– beda tiap jenisnya, tergantung dari fungsi dari jembatan ataupun bentuk
permukaan bumi dimana jembatan tersebut didirikan. Salah satu teknologi desain
jembatan yang cukup banyak digunakan dalam konstruksi jembatan berbentang
panjang adalah jembatan kabel. Kabel pada jembatan berbentang panjang memiliki
fungsi utama yaitu sebagai penopang beban – beban yang bekerja pada jembatan,
oleh karena itu kabel yang digunakan pada jembatan harus menggunakan kabel yang
cukup kuat. Faktor utama yang harus diperhitungkan pada kabel jembatan adalah
gaya tarik yang bekerja pada kabel dimana gaya tersebut tidak boleh melebihi
batas maksimum spesifikasi pada kabel tersebut. Oleh karena itu besar gaya
tarik pada kabel harus diperiksa supaya tidak melebihi batas yang maksimum yang
diizinkan. Salah satu cara untuk mengetahui gaya yang bekerja pada kabel adalah
menggunakan pemeriksaan frekuensi alamiah yang olah dari pengukuran menggunakan
alat. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa terhadap gaya tarik pada kabel
jembatan secara manual dan dengan menggunakan program Midas Civil berdasarkan
frekuensi alamiah yang didapatkan dari hasil pengukuran di lapangan, kemudian
dibandingkan dengan kajian dari penelitian yang sebelumnya pernah dilakukan.
STANDARISASI
KABEL UTP
A.PENGERTIAN
UTP singkatan
dari “Unshielded Twisted Pair” yaitu
jenis kabel ini terbuat dari bahan penghantar tembaga, mempunyai isolasi dari
plastik & terbungkus oleh bahan isolasi yang dapat melindungi dari api dan
juga kerusakan fisik, kabel UTP sendiri terdiri dari 4 pasang inti kabel yang
saling berbelit dimana masing-masing pasang mempunyai kode warna berbeda.
Kabel Twisted Pair Cable ini
terbagi kedalam 2 jenis diantaranya, Shielded dan Unshielded. Shielded adalah
jenis dari kabel UTP yang memiliki selubung pembungkus, sedangkan unshielded
adalah jenis yang tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel
jenis ini memakai konektor RJ-45 atau RJ-11.
Baca Selengkapnya
Baca Selengkapnya
B. Berikut ini
fungsi dari kabel UTP
Fungsi
kabel UTP yaitu dapat digunakan sebagai kabel untuk jaringan Local Area Network
(LAN) pada sistem network/jaringan komputer, dan umumnya kabel UTP memiliki
impedansi kurang lebih 100 ohm, dan juga dibagi menjadi kedalam beberapa
kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data.
C. Inilah
jenis-jenis dari kabel UTP
Kategori
atau jenis kabel UTP:
Bentuk
kabel UTP
- CAT
1 – Kabel UTP Category 1 [Cat1] adalah jenis kabel UTP dengan kualitas
transmisi yang terendah, didesain untuk mendukung komunikasi suara analog
saja.
- CAT
2 – Kabel UTP Category 2 [Cat2] adalah jenis kabel UTP memiliki kualitas
transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Cat1, jenis atau
kategori ini didesain untuk mendukung komunikasi data dan juga suara digital.
Kabel ini bisa mentransmisikan data sampai 4 megabit/detik.
- CAT
3 – Kabel UTP Category 3 [Cat3] adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi
yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2, jenis atau
kategori ini didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara
pada kecepatan hingga 10 megabit per detik.
- CAT
4 – Kabel UTP Category 4 [Cat4] adalah suatu jenis kabel UTP dengan
kualitas transmisi yang jauh lebih lebih baik jika dibandingkan dengan
kabel UTP Category 3 (Cat3) atau sebelumnya, didesain untuk mendukung
komunikasi data dan juga suara sampai kecepatan 16 megabit/detik.
- CAT
5 – Kabel UTP Category 5 [Cat5] adalah suatu jenis kabel UTP dengan
kualitas transmisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan kabel UTP
Category 4 (Cat4) atau yang sebelumnya, didesain untuk mendukung
komunikasi data dan komunikasi suara pada kecepatan sampai 100
megabit/detik.
- CAT
6 – Kabel UTP Category 6 [Cat6] adalah jenis standar kabel UTP
dengan sertifikasi resmi paling tinggi.
- CAT
7 – Kabel UTP Category 7 [Cat7] adalah jenis kabel premium yang
sangat cocok sekali sebagai media yang high traffic berbagai macam
aplikasi dalam 1 kabel (single cable).
Maksimum data yang terkirim sampai 10 Gbit/detik, dengan frekuensi 1000
Mhz.
Kelebihan
Kabel Jaringan UTP (Unshielded Twisted
Pair) :
Harga kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted
Pair) terbilang murah dibandingkan kabel jaringan lainnya.
Instalasi atau pemasangan kabel jaringan UTP
(Unshielded Twisted Pair) terbilang mudah.
Pemeliharaan kabel jaringan UTP (Unshielded
Twisted Pair) terkenal mudah.
Ukuran konektor dan kabel jaringan UTP relatif
kecil (diameter = 0,43 cm) sehingga terbilang fleksibel dan mempermudah dalam
membuat saluran kabel.
Kerusakan yang terjadi pada salah satu saluran
kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair) tidak akan mengganggu jaringan
secara keseluruhan.
Kekurangan
Kabel Jaringan UTP (Unshielded Twisted
Pair) :
Kabel jaringan UTP rentan terhadap efek
interferensi elektromagnetic yang berasal dari media atau perangkat lain.
Jarak jangkauan kabel jaringan UTP hanya 100
meter sehingga sangat terbatas dan kalah jika dibandingkan dengan kabel
jaringan jenis Coaxial (500 meter).
Adanya kemungkinan dapat dengan mudah disadap.
Beberapa kalangan banyak yang mengeluhkan
transmisi data dari kabel jaringan UTP cenderung lambat.
Diperlukan perangkat tambahan berupa pipa
plastik atau pipa alumunium dalam instalasinya demi memaksimalkan fungsi kabel
jaringan UTP.
KABEL STP
STP merupakan istilah
yang diambil dari singkatan Shielded Twisted Pair, Bisa dibilang kabel jaringan
STP merupakan alternatif yang bisa digunakan untuk membangun sebuah jaringan
komputer, jika kabel Twisted Pair lainnya seperti UTP (Unshielded Twisted Pair) ataupun FTP (Foiled Twisted Pair) dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan yang
diinginkan.
Jika diartikan secara harfiah, pengertian kabel STP (Shielded Twisted Pair) dapat diurai
sebagai berikut :
Shielded = memiliki
pelindung (pembungkus) berupa lapisan alumunium foil untuk melindungi kabel
terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Twisted Pair = kabel pasangan
berpilin atau berbelit.
Jadi, pengertian
kabel jaringan STP (Shielded
Twisted Pair) yaitu :
Kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) adalah
suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan
perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer.
FUNGSI KABEL
JARINGAN STP
Pada awalnya fungsi
kabel STP (Shielded Twisted
Pair) adalah untuk dipergunakan sebagai kabel telepon dan beberapa bisnis
instalasi lainnya seperti televisi dan radio. Namun seiring dengan
perkembangannya, fungsi kabel STP berkembang
menjadi media transmisi data yang dipakai pada jaringan Token-Ring IBM.
KARAKTERISTIK
KABEL JARINGAN STP
Karakteristik kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) yakni bagian
dalamnya terdiri dari beberapa pasang (pair)
kabel tembaga, yang mana tiap pair-nya dipilin (twisted) saling berlilitan sehingga membentuk sebuah pola berbentuk
spiral.
Untuk lebih jelasnya, karakteristik kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar
sederhana di atas. Dari gambar tersebut dapat dilihat jika kabel STP (Shielded Twisted Pair) terdiri dari :
Kawat
Tembaga
Kawat tembaga yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik.
Kawat tembaga yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik.
Foil Shielding
Foil Shielding ini merupakan lapisan berupa alumunium foil yang dipasang di setiap pasang dawai kabel untuk melindungi diri terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Foil Shielding ini merupakan lapisan berupa alumunium foil yang dipasang di setiap pasang dawai kabel untuk melindungi diri terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Braided
Shielding (Copper Mesh)
Braided Shielding (Copper Mesh) yang terletak di bawah karet terluar ini berfungsi sebagai lapisan perlindungan ekstra terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Braided Shielding (Copper Mesh) yang terletak di bawah karet terluar ini berfungsi sebagai lapisan perlindungan ekstra terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Insulator
Tiap-tiap kawat tembaga dilapisi oleh insulator yang memiliki warna berbeda, dimana fungsi lapisan yang satu ini adalah untuk melindungi kawat tembaga agar tidak bersentuhan langsung dengan kawat tembaga lainnya saat dipilin.
Tiap-tiap kawat tembaga dilapisi oleh insulator yang memiliki warna berbeda, dimana fungsi lapisan yang satu ini adalah untuk melindungi kawat tembaga agar tidak bersentuhan langsung dengan kawat tembaga lainnya saat dipilin.
Cable Jacket
1.Di bagian paling luar, terdapat cable jacket yang berfungsi sebagai pelindung kabel STP itu sendiri terhadap gangguan dari luar.
1.Di bagian paling luar, terdapat cable jacket yang berfungsi sebagai pelindung kabel STP itu sendiri terhadap gangguan dari luar.
2.Selain tiga komponen di atas, karakteristik kabel jaringan
STP (Shielded Twisted
Pair) secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
3.Bagian dalam kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) terdiri dari 4 dawai atau lebih kawat
tembaga yang dibagi menjadi beberapa pasang (pair), lalu dipilin menjadi satu.
4.Kecepatan dan keluaran transmisi mencapai 10 – 100 Mbps.
5.Panjang kabel maksimal yang diizinkan yaitu 100 meter (pendek).
6.Media dan ukuran konektor kecil.
7.Konektor kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) menggunakan konektor RJ-11 untuk koneksinya.
8.Pemeliharaan kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) terkenal mudah.
9.Kerusakan yang terjadi pada salah satu saluran kabel jaringan
STP (Shielded Twisted Pair) tidak
akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.
10. Lapisan pelindung perlu di ground pada setiap ujungnya
karena tidak seperti kabel Coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan bagian
dari sirkuit data.
11.Lebih mahal dibanding kabel jaringan UTP (Unshielded Twisted Pair).
12.Kabel jaringan STP (Shielded
Twisted Pair) tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh tanpa bantuan
device penguat (repeater).
KELEBIHAN &
KEKURANGAN KABEL JARINGAN STP
Jika dibandingkan dengan beberapa kabel jaringan komputer
lainnya seperti kabel UTP,kabel coaxial ataupun Fiber Optic, tentunya kabel jaringan STP memiliki
kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan
kekurangan dari kabel jaringan STP, berikut ini kami jabarkan beberapa
diantaranya :
Kelebihan Kabel
Jaringan STP (Shielded Twisted Pair) :
Lapisan alumunium foil pada kabel jaringan STP (Shielded Twisted Pair) membuatnya
memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan interferensi elektromagnetik.
Kabel jaringan STP memiliki perlindungan dan antisipasi
tekukan kabel.
Performa atau kemampuan menghantarkan data dinilai cukup baik.
Kekurangan
Kabel Jaringan STP (Shielded Twisted Pair) :
Pada beberapa kasus, attenuasi yang dihasilkan kabel jaringan
STP berpotensi meningkat pada frekuensi tinggi.
1.Keseimbangan kabel jaringan STP yang berpotensi menurun pada
frekuensi tinggi juga bisa berdampak pada timbulnya ‘crosstalk’ dan sinyal
‘noise’.
2.Harga kabel jaringan STP (Shielded
Twisted Pair) relatif mahal, terutama jika dibandingkan dengan sesama kabel
Twisted Pair lainnya seperti kabel UTP (Unshielded Twisted Pair).
3.Jarak
jangkauan kabel jaringan STP (Shielded
Twisted Pair) hanya 100 meter sehingga sangat terbatas dan kalah jika dibandingkan
dengan kabel jaringan jenis Coaxial (500
meter).
4.Adanya kemungkinan dapat dengan mudah disadap.
5.Kabel jaringan STP (Shielded
Twisted Pair) tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh tanpa bantuan
device penguat (repeater).
6.InstalaSI ringan STP agak rumit, terlebih lagi mengingat
material isolatornya cukup tebal dan keras sehingga pada saat proses crimping
dapat menyebabkan lecet-lecet pada tangan jika kurang berhati-hati.
7.Material kabel jaringan STP yang kaku dan tebal juga membuatnya
jadi kurang fleksibel meski pada dasarnya kabel STP memiliki perlindungan lebih
jika harus ditekuk.
Itulah Pengertian
& Kelebihan dan Kekurangan Kabel Jaringan STP, semoga artikel yang kami
sajikan ini dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi Anda semua. Dalam
bahasan selanjutnya, kami turut pula mengulas topik yang tak kalah menarik
yakni mencari tahu apa sih bedanya antara kabel STP dan kabel UTP.
KABEL COAXIAL
kabel jaringan coaxial memiliki nama lain BNC yang merupakan
singkatan dari Bayonet Naur Connector, atau umum juga disebut dengan istilah
‘COAX’. Sementara dalam bahasa Indonesia, istilah kabel Coaxial dapat diartikan
sebagai kabel sepaksi atau sesumbu.
Jika diartikan secara umum, kabel Coaxial dapat didefinisikan
sebagai sarana penyalir atau pengalirhantar (transmitter) yang bertugas menyalurkan setiap informasi yang telah
diubah menjadi sinyal–sinyal listrik.
Sementara definisi kabel Coaxial jika dipandang dari segi dunia
jaringan komputer, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Definisi
kabel jaringan Coaxial yakni suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media
transmisi terarah (guieded/wireline)
guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer.
FUNGSI KABEL
JARINGAN COAXIAL
Awalnya kabel Coaxial hanya digunakan untuk kabel antena TV
saja, namun seiring dengan kemajuan jaman fungsi kabel Coaxial berkembang
untuk digunakan pada jaringan LAN.
Adapun fungsi kabel jaringan Coaxial yang utama yakni sebagai media
penghubung yang mengalirkan data dari perangkat keras komputer yang satu dengan
perangkat keras komputer lainnya, dimana kemampuan melakukan transmisi data
kecepatan tingginya bisa dikatakan cukup baik, disamping fungsi lainnya untuk
membagi sinyal broadband atau sinyal frekuensi tinggi.
`KARAKTERISTIK
KABEL JARINGAN COAXIAL
Singkatnya, karakteristik kabel jaringan Coaxial yakni menggunakan 2 buah konduktor,
dengan pusat berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian
dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor.
Untuk lebih jelasnya, karakteristik kabel jaringan
Coaxial dapat
dijelaskan dengan menggunakan gambar sederhana di atas. Dari gambar tersebut
dapat dilihat jika kabel Coaxial terdiri dari :
A.Kabel tembaga (centre core)
Kabel tembaga (centre core) yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik.
Kabel tembaga (centre core) yang terletak di tengah-tengah ini berfungsi sebagai media konduktor listrik.
B.Lapisan plastik (dielectric
insulator)
Lapisan plastik (dielectric insulator) ini berfungsi sebagai pemisah antara kabel tembaga dan lapisan metal (metallic shield) yang melingkupinya.
Lapisan plastik (dielectric insulator) ini berfungsi sebagai pemisah antara kabel tembaga dan lapisan metal (metallic shield) yang melingkupinya.
C.Lapisan metal (metallic shield)
Lapisan metal (metallic shield) ini berfungsi sebagai pelindung terhadap gangguan interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekeliling kabel.
Lapisan metal (metallic shield) ini berfungsi sebagai pelindung terhadap gangguan interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekeliling kabel.
D.Lapisan plastik (plastic
jacket)
Lapisan plastik (plastic jacket) ini berfungsi sebagai pelindung bagian terluar dari kabel itu sendiri.
Lapisan plastik (plastic jacket) ini berfungsi sebagai pelindung bagian terluar dari kabel itu sendiri.
Selain empat komponen di atas, karakteristik kabel jaringan Coaxial secara umum dapat diklasifikasikan
sebagai berikut :
Kecepatan dan keluaran transmisi data 10 – 100 MBps.
Biaya rata-rata per node murah.
Media dan ukuran konektor medium (tidak terlalu kecil tapi juga
tidak terlalu besar).Panjang kabel maksimal yang diizinkan yakni 500 meter
(cukup panjang).
JENIS-JENIS
KABEL COAXIAL
Jenis-jenis kabel Coaxial yang dikenal secara umum terdiri dari 2 tipe, yaitu Thick
Coaxial Cable (kabel Coaxial tebal) dan Thin Coaxial Cable (kabel Coaxial tipis).
Berikut ini penjelasan lengkapnya :
1. Thick Coaxial Cable (kabel Coaxial tebal)
Kabel
Coaxial yang tebal ini
dikenal sebagai Thicknet 10Base5 yang membawa sinyal Ethernet. Angka ‘5’ pada
nama 10Base5 ini mengacu pada panjang segmen maksimal yang mampu diraih kabel
Coaxial jenis ini yaitu 500 meter. Jenis kabel Coaxial yang satu ini memiliki
ukuran yang bervariasi dan diameter yang lumayan besar dengan rata-rata sekitar
10mm. Jenis kabel Coaxial yang tebal ini juga sangat popular untuk LAN, karena
memiliki bandwith yang lebar sehingga memungkinkan komunikasi broadband
(multiple channel).
Adapun kriteria kabel Coaxial
Thicknet ini yaitu :
1.Merupakan kabel
original Ethernet.
2.Mempunyai diameter
lumayan besar.
3.Setiap ujung harus
diterminasi dengan terminator 50-ohm.
4.Maksimum 3 segment
dengan peralatan terhubung (attached
devices) atau berupa populated segments.
5.Setiap kartu
jaringan mempunyai pemancar tambahan (external
transceiver).
6.Setiap segment
maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
7.Maksimum panjang
kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
8.Maksimum jarak
antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
9.Setiap segment
harus diberi ground.
10.Jarak maksimum
antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
11.Jarank minimum
antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter). Instalasi atau pemasangan
jaringan dengan kabel ini cenderung rumit.
12.Kabel Coaxial
Thicknet sudah tidak digunakan lagi untuk LAN modern.
2. Thin Coaxial Cable (kabel Coaxial tipis)
Kabel Coaxial yang tipis ini dikenal sebagai Thinnet 10Base2
yang membawa sinyal Ethernet. Angka ‘2’ pada nama 10Base2 ini mengacu pada
panjang untuk segmen maksimal yang mampu diraih kabel Coaxial jenis ini yaitu
200 meter. Umumnya kabel Coaxial yang tipis ini lebih sering ditemukan pada
jaringan komputer yang ada di sekolah-sekolah.
Adapun kriteria kabel Coaxial
Thinnet ini yaitu :
1.Mempunyai diameter
yang lebih kecil dari kabel Coaxial Thicknet.
2.Hadir untuk
menggantikan kabel Coaxial Thicknet.
3.Setiap ujung kabel
diberi terminator 50-ohm.
4.Panjang maksimal
kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
5.Setiap segment
maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
6.Kartu jaringan
cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver,
kecuali untuk repeater.
7.Maksimum ada 3
segment terhubung satu sama lain (populated segment).
8.Setiap segment
sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
9.Panjang minimum
antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
10.Maksimum panjang
kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
11.Setiap segment
maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
12.Tidak
direkomendasikan lagi, namun masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat
kecil.
PENERAPAN KABEL
COAXIAL PADA JARINGAN KOMPUTER
Kabel
jaringan Coaxial umumnya digunakan
sebagai media transmisi untuk topologi jaringan yang menganut arsitektur jenis
bus dan ring. Dalam penerapannya, instalasi kabel jaringan Coaxial harus
dilakukan dengan sangat rapi, sehingga kerap menimbulkan kesulitan bagi para
pemasangnya.
Kabel jaringan Coaxial harus diukur dengan perhitungan yang
benar sempurna karena jika keliru dalam memperhitungkan ukuran yang tepat maka
dapat berakibat rusaknya NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan. Selain
itu kesalahan pengukuran kabel jaringan Coaxial dalam instalasi juga berdampak
pada kinerja jaringan itu sendiri yang bakal terhambat karena tidak mencapai
kemampuan maksimalnya.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam instalasi
kabel Coaxial jika ingin mendapat hasil yang sempurna :
1.Kontinuitas
konduktor utama kabel harus dalam kondisi yang terpelihara.
2.Sambungan kabel
harus ketat sehingga kabel tetap bersifat homogen seperti pada kondisi yang
semula.
3. Redaman
sedapat mungkin tetap pada angka nol atau sekecil – kecilnya.
4.Hasil dari
pekerjaan sambungan kabel tersebut haruslah benar-benar rapi.
Mengingat penerapan kabel jaringan Coaxical yang terkesan rumit
dan tidak fleksibel, belakangan ini keberadaan kabel Coaxial sudah mulai jarang
ditemukan, terlebih lagi beberapa produk LAN kebanyakan sudah tidak lagi
mendukung koneksi kabel jaringan Coaxial. Terlebih lagi dengan adanya kabel
Twisted Pair yang dianggap lebih efisien dan fleksibel, alhasil kabel jaringan
Coaxial lambat laun terus ditinggalkan oleh para pengguna jaringan komputer di jaman modern.
Kelebihan Kabel
Jaringan Coaxial :
1.Kabel jaringan Coaxial memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam proses transmisi
meskipun terbatas dari segi jangkauan.
2.Penguatannya dari
repeater tidak perlu sebesar kabel Twisted Pair.
3.Kabel jaringan
Coaxial lebih murah dari kabel Fiber Optic.
4.Teknologi yang
dianut kabel jaringan Coaxial sudah sangat umum alias tidak asing lagi karena sudah
digunakan selama puluhan tahun untuk berbagai jenis komunikasi data.
5.Kabel jaringan
Coaxial mempunyai kemampuan dalam menyalurkan sinyal–sinyal listrik yang lebih
besar dibandingkan saluran transmisi dari kawat biasa.
6.Kabel jaringan
Coaxial memiliki ketahanan arus yang semakin kecil pada frekuensi yang lebih
tinggi.
Meskipun instalasi kabel jaringan Coaxial terbilang rumit, namun
kabel jaringan Coaxial sangat peka terhadap isyarat.
7.Kabel jaringan
Coaxial bisa menampung pengkabelan yang lebih panjang di antara jaringan dengan
perangkat-perangkat lain dibandingkan kabel Twisted Pair.
Kekurangan Kabel Jaringan Coaxial :
1.Kabel jaringan
Coaxial perlu dipasang dengan teliti dan cenderung rumit, terutama dalam hal
mempertimbangkan ukurannya.
2.Biaya pemeliharaan
kabel jaringan Coaxial relatif mahal sehingga berat di ongkos.
3.Lebar bidang
frekuensi dalam kabel jaringan Coaxial hanya terbatas oleh gain (pengerasan)
yang dikehendaki, yang diperlukan untuk mempertahankan mutu sinyal yang baik.
4.Jangkauan transmisi
kabel jaringan Coaxial terbatas, sehingga dalam suatu jarak tertentu maka
transmisi sinyal–sinyal elektromagnetik harus diangkat dengan serangkaian
repeater yang terbuat dari tabung elektron pada jalur tersebut agar penyampaian
komunikasi terjalin lebih baik.
5.Kabel jaringan
Coaxial sangat rentan terhadap perubahan variasi temperatur yang terjadi dalam
kabel.


good job gan
BalasHapussolder uap